HOme

Senin, 07 Maret 2011

Kerajaan Bercorak Hindu Di Indonesia

KERAJAAN BERCORAK HINDU DI INDONESIA



a.   Kerajaan Kutai
            Kerajaan Kutai adalah Kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan ini berdiri pada tahun 400 masehi. Letaknya di tepi sungai mahakam Kalimantan Timur. Raja pertama Kerajaan Kutai bernama Kudungga. Sedangkan raja Kutai yang terkenal bernama Mulawarman.Sebagai pemeluk Agama Hindu yang taat, Raja Mulawarman menyembah Dewa Siwa. Diceritakan pula bahwa dalam suatu upacara Raja Mulawarman menghadiahkan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana. Untuk memperingati upacara itu maka didirikan sebuah Yupa.Yupa adalah tiang batu yang menceritakan Kerajaan Kutai. Dari beberapa prasasti yang ditemukan dikatakan bahwa Raja mulawarman adalah seorang raja yang baik budi. Pada masa pemerintahannya, rakyat hidup sejahtera dan makmur.Peniggalan Kerajaan Kutai berupa prasasti atau batu bertulis. Prasasti itu ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.

b.   Kerajaan Tarumanegara
            Kerajaan Hindu tertua di pulau jawa ialah Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan ini berdiri pada tahun 450 masehi. Letaknya di sekitar Bogor, Jawa Barat. Rajanya yang terkenal bernama Purnawarman. Beliau memeluk Agama Hindu, menyembah Dewa Wisnu.
            Mata pencaharian penduduk Kerajaan Tarumanegara diantaranya adalah pertanian, peternakan, perburuan, perikanan, nelayan, dan perniagaan. Pada masa pemerintahan Purnawarman, Kerajaan tarumanegara berhasil membuat saluran air untuk mengairi lahan – lahan pertanian dan untuk mencegah banjir yang bisa menyerang lahan pertanian.
            Peninggalan Kerajaan Tarumanegara berupa 7 prasasti yang ditemukan di daerah Jawa Barat. Pada umumnya prasasti itu ditulis dalam bahasa sanskerta dan mnenggunakan huruf pallawa. Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara ialah Prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi , Tugu, Lebak, jambu, Pasir Awi, dan Muara Cianten.

c. Kerajaan Mataram
            Kerajaan Mataram mulai dikenal dari sebuah Prasasti yang ditemukan di desa Canggal ( sebelah barat Magelang ). Prasasti ini berangka tahun 732 masehi. Ditulis dengan huruf pallawa dan bahasa sanskerta. Isi prasasti inimenceritakan tentang didirikannya sebuah lingga (lambang Siwa) di atas di atas sebuah bukit di daerah Kunjarakunja oleh Sanjaya. Daerah ini terletak di sebuah pulau yang kaya dengan hasil bumi, terutama padi, dan disebut Yawadwipa.
            Kerajaan Mataram mula – mula diperintah oleh Raja Sanna. Raja Sanna memerintah dengan bijaksana. Setelah Raja Sanna wafat ia digantikan oleh Sanjaya. Raja Sanjaya ahli dalam kitab – kitab suci dan keprajuritan. Pada masa pemerintahan Sanjaya, Mataram memperluas wilayahnya dengan menaklukan beberapa daerah sekitarnya seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali.




d. Kerajaan Kediri
            Kerajaan yang bercorak Hindu di Jawa Timur ialah Kerajaan Kediri. Letaknya di sekitar Kali Berantas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kerajaan  Kediri mulai dikenal pada masa pemerintahan Raja Kameswara tahun 1117.
            Baginda bergelar Sri Maharaja Sirikan Sri Kameswara. Raja Kameswara wafat pada tahun 1130, dan beliau digantikan oleh Jayabaya. Jayabaya adalah Raja Kediri terbesar.
            Ia juga dikenal dengan ramalannya yang disebut Jangka Jayabaya. Ramalan Jayabaya itu oleh sebagian orang diyakini memuat masa depan bangsa Indonesia.
            Raja Kediri terakhir ialah Kertajaya. Beliau memerintah sampai dengan tahun 1222. Pda tahun 1222, Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok dari Desa Ganter, dekat Malang. Kekalahan itu menandai berakhirnya Kerajaan Kediri di Jawa Timur .

e.   Kerajaan Singosari
            Kerajaan Sigosari terletak di sekitar Singosari, Jawa Timur. Luas wilayahnya meliputi wilayah Malang sekarang. Kerajaan Singosari ini mempunyai hubungan erat dengan munculnya Kerajaan Majapahit.
            Kerajaan Singosari pertama kali didirikan oleh Ken Arok tahun 1222. Beliau memerintah dari tahun 1222 sampai dengan tahun 1227. Setelah Ken Arok meninggal, beliau digantikan oleh Anusapati, yang memerintah dari tahun 1227 sampai 1248. Raja Singosari setelah Anusapati ialah Panji Tohjaya. Antara tahun 1248 sampai 1268 Kerajaan Singosari diperintah oleh Ranggawuni. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Singosari mencapai keadaan yang aman dan tenteram.Dari tahun 1268 sampai 1292 Singosari diperintah oleh seorang raja yang bernama Kertanegara. Beliau adalah raja Singosari yang terkenal. Pada masa pemerintahannya, Singosari mengalami puncak kejayaannya. Wilayah kekuasaan Singosari hampir mencapai seluruh nusantara. Pada masa pemerintahan Kertanegara, Raja Cina, Kubilai Khan menuntut agar Singosari tunduk mengakui kekuasaan Cina. Kubilai Khan mengirim utusan ke Singosari. Kertanegara menolak untuk tunduk kepada Kubilai Khan. Utusan Kubilai Khan sempat dipermalukan oleh Kertanegara. Kubilai Khan tersinggung. Ia memerintahkan pasukannya untuk menyerbu Singosari.
            Dalam rangka membendung serbuan tentara Cina, Kertanegara bercita – cita mempersatukan nusantara. Ia mengirim pasukan khusus ke Sumatera untuk mengakui Singosari. Tetapi, sebelum ekspedisi (pengiriman) pasukan sepenuhnya berhasil, Kertanegara tewas dalam serangan sengit Raja Jayakatwang. Tamatlah riwayat Kerajaan Singosari. sebelum meninggal, Kertanegara berhasil menguasai Bali, Pahang ( di Malaysia ), Kerajaan Melayu, Kalimantan Barat, dan Maluku.

f.   Kerajaan Majapahit
Kejayaan Majapahit dan Peranan Gajah Mada dalam mempersatukan Nusantara
Berdirinya Majapahit
            Pada tahun 1292, Kerajaan Singosari diserang oleh raja Jayakatwang dari Kerajaan Kediri. Akibat dari serangan itu Raja Singosari Kertanegara tewas. Raden Wijaya, seorang keturunan penguasa Singosari bersama istrinya berhasil meloloskan diri. Ia menyeberang ke Madura dan minta bantuan kepada Wiraraja. Atas bantuan Wiraraja, Raden Wijaya dianjurkan kembali ke Kediri untuk pura – pura mengabdikan diri kepada Jayakatwang. Atas jaminan Wiraraja, Jayakatwang menerima pengabdian Raden Wijaya dan dihadiahi tanah di Hutan Tarik. Dengan bantuan pengikutnya, Raden Wijaya membangun daerah tersebut. Ketika sedang bekerja, salah seorang di antara mereka menemukan buah maja, kemudian dimakannya. ternyata rasanya pahit. Sejak saat itu daerah itu disebut Majapahit.
            Sementara itu tentara Cina sebanyak 20.000 orang yang dikirim oleh raja Kubilai Khan mendarat di Tuban. Tujuan kedatangan tentara Cina, ialah menghukum Kertanegara dari Singosari yang telah menghina utusan dari Kubilai Khan. Pada saat tentara cina datang, raja Kertanegara telah lama meninggal dunia. Raja yang berkuasa ketika itu ialah Jayakatwang.
            Kedatangan tentara Cina merupakan kesempatan yang baik bagi Raden Wijaya untuk membalas dendam terhadap Jayakatwang. Raden Wijaya bergabung dengan tentara Cina. Pertempuran sengit pun terjadi. Tentara Kediri dapat dikalahkan dan Jayakatwang gugur dalam pertempuran itu.
            Setelah mengalahkan pasukan Jayakatwang, Raden Wijaya mengatur siasat untuk mengusir tentara Cina. Raden Wijaya mengadakan pesta perayaan kemenangan secara besar – besaran. Ketika tentara Cina sedang terlena dan mabuk – mabukan, Raden Wijaya memerintahkan pasukannya untuk menyerang mereka. Mendapat serangan yang mendadak, tentara Cina tidak berdaya. Banyak antara mereka yang tewas seketika. Sebagian yang dapat menyelamatkan diri kembali ke negeri asalnya. Setelah keadaan aman, pada tahun 1293, Raden Wijaya naik tahta menjadi raja Majapahit pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.
`           Raden Wijaya memerintah dengan tegas dan bijaksana. Keadaan negara pada masa pemerintahannya menjadi tenang dan aman. Raden Wijaya wafat pada tahun 1309, dengan meninggalkan 3 orang anak. Dua orang perempuan dari Gayatri yaitu Bhre Kahuripan dan Bhre Daha, dan satu anak laki – laki dari parameswari yaitu Jayanegara.
            Setelah Raden Wijaya meninggal, ia digantikan oleh puteranya bernama Jayanegara. Pada masa pemerintahan Jayanegara, keadaan dalam negeri Majapahit mengalami kekacauan. Sering terjadi pemberontakan – pemberontakan. Seperti pemberontakan Ranggalawe (1309), pemberontakan Sora (1311), pemberontakan Nambi (1316), dan pemberontakan Kuti (1319).
Peranan Gajah Mada dalam upaya mempersatukan nusantara
            Karena sering terjadi pemberontakan itu maka keadaan negara menjadi tidak aman. Rakyat hidup dalam ketakutan dan keraguan.
            Di antara pemberontakan itu yang paling berbahaya ialah pemberontakan Kuti tahun 1319. Mulanya, Kuti adalah seorang Dharmaputera, yaitu pejabat kerajaan yang bertugas mempertahankan kelangsungan mahkota kerajaan. Ketika memberontak, Kuti berhasil menduduki ibukota kerajaan Majapahit. karena keadaan kerajaan sangat gawat, raja Jayanegara, terpaksa menyingkir ke Desa Badander. Raja dikawal pasukan Bhayangkari yang dipimpin oleh seorang perwira bernama Gajah Mada.
            Di bawah pimpinan Gajah Mada, pasukan Majapahit berhasil menumpas pemberontakan Kuti. Setelah keadaan aman, raja Jayanegara kembali ke istana, untuk melanjutkan pemerintahan. Atas keahlianny, Gajah Mada diangkat menjadi Patih Kahuripan. Kemudian diangkat menjadi Patih Kediri.
            Pada tahun 1328, raja Jayanegara wafat, dengan tidak meninggalkan seorang putra pun. Beliau digantikan oleh Bhre Kahuripan, anak Raden Wijaya dari Gayatri yang telah meninggalkan hidup keduniawian sebagai bhiksuni. Setelah menjadi raja Bhre Kahuripan, bergelar Tribhuwanatunggadewi  Jayawisnuwardhani.
            Pada tahun 1331, timbullah pemberontakan Sadeng. Perdana menteri Majapahit bernama Arya Tadah pada waktu itu sedang sakit. Gajah Mada diangkat sebagai perdana menteri Majapahit. Ia ditugaskan memimpin pasukan Majapahit menumpas pemberontakan Sadeng. Pasukan Majapahit di bawah pimpinan Gajah Mada berhasil menumpas pemberontakan itu.
            Sebagai penghargaan atas jasa dan keahliannya itu Gajah Mada diangkat sebagai perdana menteri Majapahit, menggantikan Arya Tadah. Pada saat pelantikannya sebagai perdana menteri, Gajah Mada mengucapkan sumpah yang terkenal ”Sumpah Palapa”. Iai sumpah palapa ialah cita – cita  Gajah Mada mempersatukan nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
            Untuk mewujudkan cita – citanya, Gajah Mada membangun angkatan laut yang kuat. Armada angkatan laut Majapahit dipimpin oleh Mpu Nala. Dengan kekuatan armada laut, Majapahit mulai memperluas wilayah kekuasaan. Tahun 1340. Dompo dapat ditaklukan, menyusul Bali tahun 1343. Raja Bali bernama Baduhulu, tewas dalam pertempuran itu.
Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk
            Pada tahu 1350, Tribhuwanatunggadewi, turun tahta dan menyerahkannya kepada anaknya yang bernama Hayam Wuruk. Ketika itu Hayam Wuruk baru berusia 16 tahun. Jadi Hayam Wuruk menjadi raja dalam usia yang masih sangat muda.
            Setelah naik tahta menjadi raja, Hayam Wuruk bergelar Rajasanegara. Hayam Wuruk adalah raja Majapahit terbesar. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya.
            Degan bantuan Gajah Mada sebagai perdana menteri, Majapahit terus memperluas wilayah kekuasaanya. Wilayah kekuasaan Majapahit adalah seluruh wilayah nusantara sekarang, ditambah Tumasik ( Singapura ) dan semenanjung Melayu. Hubungan atau persahabatan dengan kerajaan – kerajaan tetangga seperti Thailand, Myanmar, Kamboja, India, dan Cina berjalan dengan baik.
            Pelabuhan – pelabuhan Majpahit ramai dikunjungi oleh para pedagang dari Cina, India, dan Persia. Pada waktu itu pelabuhan yang terkenal ialah Ujung Galuh di muara Sungai Berantas, Tuban, Gresik dan Pasuruan.
            Rakyat yang tinggal di daerah pedalaman giat melakukan pertanian. Untuk meningkatkan hasil pertanian, Hayam Wuruk memerintahkan untuk membuat bendungan, tanggul dan saluran air untuk irigasi. Dengan demikian, majapahitsellain sebagai kerajaan maritim juga sebagai kerajaan agraris.
            Selain sebagai seorang prajurit yang gagah berani, Gajah Mada terkenal pula sebagai seorang ahli hukum. Kitab hukumyang disusunnya ialah Katuramanawa yang dipakai sebagai dasar hukum Kerajaan Majapahit.
            Gajah Mada meninggal pada tahun 1364. Setelah meninggalnya Gajah Mada, Kerajaan Majapahit mengalami kesulitan untuk mencari penggantinya. Sejak saat itu Majapahit sedikit demi sedikit mengalami kemunduran. Apalagi setelah Raja Hayam Wuruk wafat pada tahun 1389, keadaan Majapahit semakin tidak menentu. 
             

2 komentar: